Kamis, 01 Januari 2026
Doa Peletakan batupertama
Rabu, 17 Desember 2025
PBNU
Selasa, 18 Februari 2025
فواٸد النحو
Kamis, 23 Januari 2025
ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU MANTIQ
Kamis, 01 Agustus 2024
Tatacara Aqiqah
Aqiqah adalah sunnah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebab, sebagaimana sabda Nabi saw dalam hadits riwayat Abu Dawud nomor 1522, tubuh seorang anak itu tergadaikan sampai ia diaqiqahi:
الْغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ اْلسَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسَهُ وَيُسَمَّى
"Seorang anak tergadaikan dengan (tebusan) aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.”
Hewan yang disembelih dalam Aqiqoh ialah dua ekor kambing bagi anak lelaki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Kriteria tentang kambing yang bagaimana yang layak dijadikan sebagai aqiqoh sama dengan kambing yang layak untuk berkurban.
(Baca: Aqiqah atau Qurban Dulu?)
Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren Lirboyo, dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih (Lirboyo, Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 120-123, telah mengumpulkan beberapa doa berkaitan dengan aqiqah:
Doa ketika menyembelih hewan:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ ...
Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi)
Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi)
Doa ketika mencukur bayi:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu ‘alaihi wasallam walhamduliLlâhi Rabbil ‘âlamin.
“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Doa meniup ubun-ubun bayi setelah dicukur:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”
(Baca juga: Aqiqah Bayi yang Meninggal)
Doa walimah al-‘Aqiqah
اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ
“Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.”
“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”
Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.
(Muhammad Ibnu Sahroji)
Rabu, 21 Juni 2023
PERAWATAN DURIAN
Senin, 13 Maret 2023
Senin, 18 Juli 2022
Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih
Jika hewan sapi tersebut sudah memenuhi syarat untuk di jadikan hewan kurban, seperti usia 2tahun dan bebas dari cacat. Maka sapi tsb bisa digunakan untuk kurban dan juga untuk hidangan walimah, dan juga boleh diberikan kpada kerabat dan rekan. Karena tujuan utama walimah adalah memberi makan kpada tamu undangan. Sebagian ulama telah menegaskan bahwa hal demikian dibolehkan. Seperti keterangan al-Kharsyi dalam Syarh Mukhtashar Khalil, beliau menyatakan: “Jika ada orang yang melaksanakan kurban untuk hidangan walimah nikah, kurbannya sah.”
Dan adapun tabarru'/sumbangan dari tamu undangan untuk pemilik walimah itu tidak mempengaruhi keabsahan kurban, meskipun sumbangan itu berupa uang.
Wa Allahu a’lam
Fataawa Syabakah Islamiyah
[السؤال]
ـ[أنا مسلم صيني أسألكم وأنا في الصين مسلم اشترى بقرة لإقامة حفلة الزفاف واتفق موعد حفلة الزفاف مع موعد الأضحية هل يمكن أن يذبح بقرة بنية الأضحية ثم يطعم ضيوف الحفلة بلحم الأضحية وكل قريب وصديق يعطي صاحب الحفلة هدية بالفلوس عادة مثلا ٥٠رنمبي أو ١٠٠رنمبي أو أكثر أرجو منكم الإجابة وجزاكم الله خيرا.]ـ
[الفتوى]
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:
فإذا توفر في البقرة المذكورة شروط الأضحية وهي بلوغها سنتان وسلامتها عن العيوب، فإنها تجزئ عن الأضحية ووليمة العرس وإعطاء الأقرباء والأصدقاء منها؛ لأن المقصود من الوليمة إطعام الناس، وقد نص على ذلك طائفة من أهل العلم ومنهم الخرشي في شرحه على مختصر خليل: ولو أقام بأضحيته سنة عرسه أجزأته. اهـ
وتبرع الضيوف لصاحب الوليمة ببعض الهدايا لا يضر ولو كانت نقودا.
والله أعلم.
Rabu, 04 Januari 2017
ETOS KERJA SEORANG MUSLIM
ETOS KERJA SEORANG MUSLIM
1. Niat Ikhlas karena Alloh
Dalam bekerja, Seorang muslim hendaknya luruskan niat, betul-betul karena Alloh, sebab niat sangat mempengaruhi baik buruknya sebuah pekerjaan baik dalam proses ataupun hasilnya. Sebagaimana dalam hadits Nabi disebutkan :
انما الأعمال بالنيات الخ...
2. Atas dasar Syukur
Bahwa manusia dapat bekerja, semua itu tidak terlepas dari dua ni'mat yang fundamental yakni ni'mat Iijad (diciptaan) dan ni'mat Imdaad (dipanjangkan umur).
اعْمَلُوا آلَ داوُدَ شُكْراً وَقَلِيلٌ مِنْ عِبادِيَ الشَّكُورُ { السبأ: ١٣ }
3. Berorientasi pada Hasil
Apapun yang kita kerjakan, tentunya kita mengharapkan hasil yang maksimal baik di dunia atau di akhirat.
رَبَّنا آتِنا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذابَ النَّارِ (٢٠١) أُولئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسابِ (٢٠٢) {البقرة ٢٠١-٢٠٢}
4. Mempunyai Reliabilitas dan integritas.
Mempunyai Reliabilitas artinya : dapat diandalkan, juga berarti memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional, intelektual, spiritual).
Mempunyai Integritas artinya : jujur dan dapat dipercaya.
قالَتْ إِحْداهُما يا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ { القصص :٢٦}
5. Kerja keras dan kerja Cerdas
Kerja keras artinya : semangat dan pantang menyerah.
Kerja cerdas artinya : memiliki pengetahuan dan keterampilan, terencana, memanfaatkan segenap sumber daya
yang ada.
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً (٦) فَإِذا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧)
*Kerja bagi seorang muslim adalah ibadah, sehingga apapun yang kita kerjakan harus bernilai ibadah agar kita mendapatkan Hasanah Fi Dunya dan Akhirat... Aamiin..
Selasa, 27 Desember 2016
TAHUN REKAYASA
( سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ يهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ : وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ : الرَّجُلُ التَّافِهُ يتكلم فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ) رواه ابن ماجة وهو حديث صحيح
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang banyak penipuan di dalamnya. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah ikut-ikutan berkomentar. Ada yang bertanya, “Siapakah yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang berkomentar/ikut campur dalam urusan masyarakat luas.” ( HR. Ibnu Majah )
Sumber: http://muslim.or.id/23577-anda-seorang-politikus-bercerminlah.html
Kamis, 22 Desember 2016
Es Cendol
Resep Membuat Cendol Tepung Beras Rumahan
Bahan-bahan Cendol :
1. Tepung hunkwe 100 gram
2. Tepung beras 50 gram
3. Air perasan daun pandan dan suji 100 mili liter
4. Air putih 700 mili liter
5. Garam 1 sendok teh
6. Air Kapur sirih 1 sndok
Cara membuat Cendol :
Langkah awal campur semua bahan menjadi satu.
Masak sambil terus di aduk hingga adonan matang dan kental. Angkat, sisihkan.
Kemudian siapkan air dingin atau air es di dalam wadah.
Letakan cetakan cendol di atas wadah berisi air tadi.
Tuang adonan cendol kedalam cetakan.
Tekan-tekan sampai adonan cendol keluar menjadi butiran cendol dan masuk ke dalam air.
Lakukan hingga adonan habis. Sisihkan.
Ini merupakan cara membuat butiran cendol tepung beras hijau rumahan yang super mudah dan praktis. Nah, seperti janji kami di atas berikut kami bagikan 3 Resep Olahan Cendol Terpopuler yang dapat dibuat saat ini juga. Cekidot!!
Bahan-bahan Es Dawet :
1. Cendol hijau sebanyak yang dibuat sesuai resep di atas.
2. Es batu secukupnya
3. Bahan Sirup Gula Merah :
4. Gula merah 500 gram
5. Gula pasir 100 gram
6. Air 200 mii liter
7. Daun pandan 3 lembar
8. Campur dan didihkan semua bahan hingga larut kemudian saring.
Bahan Saus santan :
1. Santan kelapa 1500 mili liter
2. Garam 1 sendok teh
3. Daun pandan 2 lembar
4. Campur semua bahan dan didihkan tapi jangan sampai santan pecah.
Selasa, 29 November 2016
CINTA ITU BUTA
CINTA ITU BUTA DAN TULI
Abu Dardaa-i meriwayatkan Nabi Sollallaahu a'laihi wasallama bersabda :
(حبك الشيء يعمي و يصم)
*Cintamu terhadap sesuatu akan membuatmu buta dan tuli*
Maksudnya : Cinta akan menjadikanmu buta terhadap 'aib-aib sang kekasih juga tuli dari mendengarkan 'aib tersebut, sehingga kamu tak tahan terhadap kejelekan perbuatannya. Dan kamu tidak akan mendengarkan larangan ataupun nasihat di dirinya, bahkan yang kamu lihat kejelekannya pun adalah sebuah kebaikan, dan kata-kata jelek darinya kamu akan mendengarkannya sbgai suatu keindahan.
Dan faidah hadits diatas adalah larangan dari mencintai sesuatu yang tak perlru tenggelam dalam cintanya.
seperti pepatah mengatakan
وعين الرضى عن كل عيب كليلة # ولكن عين السخط تبدي المساويا
mata kalau sudah dibalut cinta dia buta terhadap nista, sedangkan mata kalau sudah dibalut benci dia akan melihat yang keji-keji.
Demikian ringkasan dari Imam Al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qodir juz 3 hal 372.
Kamis, 10 November 2016
Pahala ibadah masa kini
PAHALA IBADAH MASA KINI
الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ (رواه مسلم)
Ibadah pada masa-masa fitnah, pahalanya laksana hijrah kepadaku (H.R. Muslim).
Yang dimaksud alharj dalam hadits ini adalah fitnah (ujian), godaan, ketidak jelasan urusan umat yang identik mendorong kita untuk melakukan kemaksiatan.
Kekinian, fitnah atau godaan baik lewat hp, internet, tv, medsos, tempat-tempat hiburan dan segala bentuk hal kemaksiatan, sangat mudah kita jumpai, sehinga maksiatpun mudah kita kerjakan yang ironisnya terkadang tidak kita sadari. Dengan demikian, melakukan ibadah pada masa kini pahalanya seperti hijrah kepada Rosululloh SAW.
Malam Jumu'ah Mubarok....
Lebih jelasnya lih. Syarah Muslim juz 18 sohifah 88.
Sabtu, 02 Juli 2016
Pentingnya Mencari Ilmu
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، ثنا عَمْرُو بْنُ هِشَامٍ أَبُو أُمَيَّةَ الْحَرَّانِيُّ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ صَدَقَةَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَاقِدٍ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ حِزَامِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيلٍ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٍ مُعْطُوهُ، قَلِيلٍ سُؤَّالُهُ، الْعَمَلُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ، وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيلٌ مُعْطُوهُ، الْعِلْمُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ»
Artinya : Telah diberi Hadits kepada kami oleh Husain bin Ishaq - oleh Amru bin Hisyam - oleh Utsman bin Abdurrahman - dari Shadaqah - Zaid bin Waqid - dari 'Ala' bin Harits - dari Hizam bin Hakim - dari Ayahnya - dari Nabi Muhammad SAW berkata " Sesungguh kamu yang hidup pada zaman yang banyak Ulama sedikit penceramah, banyak yang memberi dan sedikit yang meminta maka aktivitas amal kebaikan saat itu diutamakan dari aktivitas keilmuan, dan akan datang satu masa yang sedikit Ulama banyak penceramah, banyak yang meminta dan sedikit yang memberi maka aktivitas keilmuan ( belajar mengajar ) saat itu diutamakan dari aktivitas amal kebaikan".
Zaman sekarang yang sedikit Ulama dan banyak penceramah maka aktivitas keilmuan diutamakan dari aktivitas amal kebaikan, maksudnya jika dalam sehari berzikir satu jam maka belajarlah ilmu agama lebih satu jam dalam sehari, jika ke Majlis Zikir satu kali dalam seminggu maka pergilah ke Majlis ilmu seminggu dua kali/tiga kali dan seterusnya.
Semoga bermanfaat...
Albayuni, ceramah malam 27 ramadhan 1473 H di Batu Gadang, Kec Koto Tangah wilayah kota Madya Padang.
📡📡 Kunjungi channel telegram kami di @majlisacia
🌍 A.C.I.A
Foto : Abuya Asmuji ( salah satu cucu Syekh Jamil Jaho Padang Panjang ), silaturrahmi Albayuni 26 ramadhan 1437 H.
Selasa, 14 Juni 2016
Niat Puaasa
Kenapa Harus "Romadoni" bukan "Romadona".....
Mungkin ini alasannya :
1. Karena lafaz Romadon di idofatkan kpada lafaz هذه السنة ,
2. Batal ghoir munsorifnya lafaz romadon karena diidofatkan pda lafadz هذه السنة.
كما قال ابن مالك :
وجر بالفتحة مالم ينصرف # مالم يضف او يك بعد ال ردف
3. Untuk menentukan bahwa yg dimaksud ramadon adl romadon yang ini.
Yah walaupun ini khilaf ulama,, dibaca Romadona/i.. Tdak membatalkan puasa yang penting niat dalam hati memaksudkan romadon tahun ini... Tapi tidak ada salahnya apalagi kalau kita bermazhab Syafi'i... Untk mengikuti Ulama'' kita... Seperti dikutif dalam kitab'' yang mungkin pernah kita kaji seperti :
1. اعانة الطالبين
2. الباحوري
3. نهاية الزين
Fataammal !
Semoga bermanfa'at.....
1. Dalam kitab I'anah
(قوله: نويت إلـخ) خبر عن أكملها: أي أكملها هذا اللفظ. (قوله: صوم غد) هو الـيوم الذي يـلـي اللـيـلة التـي نوى فـيها. (قوله: عن أداء فرض رمضان) قال فـي النهاية: يغنـي عن ذكر الأداء أن يقول عن هذا الرمضان. اهــــ. (قوله: بـالـجرّ لإِضافته لـما بعده) أي يقرأ رمضان بـالـجرّ بـالكسرة، لكونه مضافاً إلـى ما بعده، وهو اسم الإِشارة. قال فـي التـحفة: واحتـيج لإِضافة رمضان إلـى ما بعده لأن قطعه عنها يصير هذه السنة مـحتـملاً لكونه ظرفاً لنويت، فلا يبقـى له معنى، فتأمله، فإنه مـما يخفـى. اهــــ. ووجهه: أن النـية زمنها يسير، فلا معنى لـجعل هذه السنة ظرفاً لها. اعانة الطالبين
2. Dalam kitab Nihayatuzzain
نويت صوم غد عن اداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى ايمانا و احتسابا باضافة رمضان الى ما بعده لتتميزعن اضدادها و يغنى عن ذكر الاداء ان يقول عن هذا الرمضان و احتيج لذكره مع هذه السنة و ان اتحد محترزهما اذ فرض غير هذه السنة لا يكون الا قضاء لان لفظ الاداء يطلق و يراد به الفعل كذا قاله الرملى ..
نهاية الزين ١٨٦.
3. Dalam Kitab Al-Bajury
قوله : رمضان هذه السنة ) باضافة رمضان الى اسم الاشارة لتكون الاضافة معينة لكونه رمضان هذه السنة...
البيجو ١/٤٣٠